Memilih Template

Bagi sobat yang sudah melakukan beberapa setting-an seperti posting terdahulu, langkah selanjutnya yang perlu sobat lakukan adalah memilih template. Sekilas tentang template Template adalah desain-desain halaman web ataupun blog beserta seluruh komponennya (misal : gambar, stylesheet, dsb) baik berupa file statis maupun file dinamis yang berupa program atau aplikasi yang berjalan sebagai aplikasi web. Seperti yang sobat lihat sekarang, seperti banner diatas, background warna putih, kolom-kolom di samping kanan, serta semua yang sobat lihat sekarang adalah salah satu bentuk dari desain template. Memilih template yang cantik sangatlah perlu, karena dengan tampilan template yang menarik untuk di lihat maka akan membuat para pengunjung dari blog kita menjadi betah untuk berlama-lama berada di blog kita selain tentunya isi dari blog kita juga sangat menunjang. Hmmm.. kayanya cukup deh pembahasan tentang apa itu template, keburu bosan kalau lama-lama….Sekarang langsung aja ke topik utama, yaitu langkah-langkah pemilihan template di blogger.com : * Silahkan sobat login terlebih dahulu seperti biasa dengan memakai user name milik anda ( jangan milik saya….emang nya sampeyan mau jadi hacker ya * Klik "Tata Letak" (bila sobat menggunakan blogger baru) atau klik "Template" (bila sobat menggunakan template classic). * Klik "Pick New Template", silahkan sobat pilih template yang sobat suka. Sebelum memutuskan dalam memilih "template" ini, sebaiknya anda lihat terlebih dahulu satu persatu contoh layout yang di sediakan dengan cara meng klik tulisan "preview template". Jika di rasa sudah menemukan yang paling sobat sukai, silahkan klik tulisan "Save template" yang ada di sebelah kanan atas, selesai. : Mungkin sobat pernah mengunjungi beberapa blog di internet yang menggunakan blogger.com (blogspot), akan tetapi template yang di gunakan tidak ada dalam pilihan ketika memilih template. Ini ada kemungkinan bahwa template yang di gunakan adalah template buatan bukan dari blogger sendiri. Di internet banyak sekali situs-situs yang memberikan template secara gratis untuk di pakai di Blogger (blogspot), Jika ingin melihat-lihat berbagai template buatan bukan dari blogger.com silahkan klik di sini. T

Mengganti Sidebar Background Dengan Animasi

Kali ini saya akan membuat tutorial tentang cara mengganti background sidebar widget. kalo ada yang belum tahu background sidebar widget itu apa ini, adalah contoh background sidebar widget pada blog saya: mengganti sidebar widget Nah...sudah tahu kan... Saya akan menerangkan cara mengganti background sidebar widget ini dan menggantinya dengan background lain yang lebih menarik. Untuk menggantinya kita harus sedikit mengotak-atik kode CSS template. Apabila kita akan mengotak-atik CSS template, backup lah template anda terlebih dahulu...biar aman. Cari aman aja lah....hehehe Untuk menggantinya kita tidak menggunakan script tetapi dengan gambar biasa dengan format .gif, jadi tidak akan memberatkan blog. Oleh karena itu kita harus menyediakan gambar terlebih dahulu. Dari pada teman-teman bingung cari gambar yang tepat, Saya telah menyediakan gambar yang siap teman-teman gunakan : sidebar widget sidebar widget sidebar widget Ini adalah link image hosting dari gambar diatas: gambar 1 :http://img198.imageshack.us/img198/2922/naufalcreated1.gif gambar 2 :http://img198.imageshack.us/img198/3743/naufalcreated2.gif gambar 3 :http://img198.imageshack.us/img198/3505/naufalcreated3.gif Okey...kalau teman teman sudah dapat gambarnya, saya akan memulai tutorialnya. Login dulu ke bloger > Tata Letak > Edit HTML > Kemudian cari Kode seperti di bawah ini (pake ctrl + f supaya cepet nyari kemudian isikan .sidebar h2) .sidebar h2, .middlecol h2, .bottom h2{ color: $sidebarcolor; text-transform: capitalize; font-size: 14px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-weight: bold; margin: 0px 0px 5px 0px; padding: 0px 0px 2px 0px; border-bottom:1px solid $bordercolor; } Nah kalo udah ketemu sobat tinggal tambahin aja Background nya seperti dibawah ini: background:#f7f7f7 url(http://img198.imageshack.us/img198/2922/naufalcreated1.gif?imgmax=800)repeat; atau background:#f7f7f7 url(http://img198.imageshack.us/img198/3743/naufalcreated2.gif?imgmax=800)repeat; atau background:#f7f7f7 url(http://img198.imageshack.us/img198/3505/naufalcreated3.gif?imgmax=800)repeat; terserah yang mana dipakai image nya ... jadi kodenya seperti di bawah ini : .sidebar h2, .middlecol h2, .bottom h2{ color: $sidebarcolor; text-transform: capitalize; font-size: 14px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-weight: bold; margin: 0px 0px 5px 0px; padding: 0px 0px 2px 0px; border-bottom:1px solid $bordercolor; background:#f7f7f7 url(http://img198.imageshack.us/img198/2922/naufalcreated1.gif?imgmax=800)repeat; } Simpan. Kalau sudah selesai, insyaAllah sidebar anda telah berganti dengan sidebar yang disertai lampu berjalan yang indah. Apabila teman-teman semua suka dengan tutorial ini, pasang banner blog ini di blog anda. Atau klik iklan di blog ini atuh...pssttt...pssttt, kalau ketahuan bisa kena dibanned nih. hehehe... ( Sumber : http://ekakom.blogspot.com )

Cara Mencegah Kebakaran Akibat Arus Listrik


Api jika kecil menjadi sahabat kita, namun jika besar dan tidak terkontrol (pake huruf R ya..) akan menjadi musuh yang paling menakutkan dan mematikan bagi kita. Siapapun pasti tidak menginginkannya, bahkan petugas pemadam kebakaran sekalipun akan lebih suka menikmati jam kantornya dengan bersantai-ria tanpa terganggu oleh dering panggilan dari lokasi kebakaran. Salah satu penyebab terjadinya musibah kebakaran adalah adanya arus pendek / konsleting arus listrik pada instalasi rumah dan bangunan, dan fakta di lapangan justru ini yang sering terjadi terutama di lokasi pemukiman padat penduduk di daerah perkotaan. Sebagai seorang yang mengerti elektronika maka selayaknya kita harus bisa mengantisipasi kebakaran yang disebabkan oleh arus listrik ini, minimal di lingkungan rumah kita sendiri. Mari kita bahas sekarang bagaimana cara mencegah terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh arus listrik beserta tips-tips yang bisa kita lakukan untuk menghindari terjadinya musibah ini. Mungkin selanjutnya nanti bisa disosialisasikan di lingkungan masing-masing misalnya dengan mengadakan semacam pertemuan kecil-kecilan dengan hiburan lawak lokal, hahahahaha....!
Sebenarnya ada banyak hal-hal sepele tapi penting yang sering kali kita abaikan sehingga bisa menjadi potensi terjadinya musibah kebakaran yang disebabkan oleh arus listrik pada instalasi rumah dan bangunan ini. Salah satu contoh kecil misalnya saja penggunaan kabel listrik yang sembarangan tanpa memperhatikan besarnya arus listrik yang akan mengalir pada kabel tersebut. Jika sebuah kabel yang sebenarnya hanya mampu menyalurkan misalnya 0.5 Ampere saja pada tegangan 220 Volt, lalu kita gunakan sebagai penghubung untuk mengoperasikan sebuah peralatan yang menyedot arus listik lebih dari 1 Ampere (misalnya setrika listrik) maka kabel tersebut bisa menjadi panas dan lama-lama akan terbakar. Apa yang akan terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak bukan? So, penting kita perhatikan agar penggunaan kabel ini sesuai dengan peralatan listrik yang akan dioperasikan, minimal sama antara kemampuan kabel tersebut dengan arus dan tegangan listrik yang dibutuhkan oleh peralatan itu atau lebih besar pasti akan lebih aman lagi. Untuk lebih lengkapnya tentang standard penggunaan kabel yang benar dan aman silahkan baca postingan ‘Standard Penggunaan Kabel Instalasi Listrik High Safety’ (link).

Selanjutnya tips lainnya adalah :
- Selalu perhatikan jack (jak) dan stop contact (stop kontak) listrik yang kita gunakan. Hubungan jak dan stop kontak ini harus tersambung dengan sempurna, rapat dan tidak goyang, jika longgar atau goyang akan dapat menimbulkan panas dan percikan api. Buang dan ganti jak dan stop kontak yang sudah berkarat, longgar atau yang sudah tidak bagus. Pilih jak dan stop kontak yang logamnya terbuat dari kuningan karena lebih bagus, awet dan sambungan listriknya akan lebih sempurna meskipun harganya mungkin sedikit lebih mahal.
- Jangan abaikan fuse (sekering)! Selalu gunakan sekering yang sesuai untuk tiap-tiap peralata listrik dan ganti sekering yang putus, jangan langsung di-pass (disambung langsung) secara sembarangan dengan kabel. Sekering akan putus ketika terjadi hubungan pendek / konsleting dan arus terhenti sehingga tidak sampai terjadi proses hubung-singkat selanjutnya yang mungkin bisa menimbulkan kebakaran. Jika sekering yang kita gunakan tidak sesuai (sehingga susah putus) atau bahkan di-pass maka pada saat terjadi konsleting arus listrik akan terus mengalir hingga semuanya akan menjadi hangus!
- Cek secara berkala contactor (kontaktor / bekenser) yang biasanya terdapat di dekat meteran listrik dan pastikan masih berfungsi normal.
- Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan. Selain bisa menghemat biaya listrik, ini juga bisa mencegah potensi terjadinya bahaya kebakaran akibat arus listrik.
- Hindari pemakaian stacker listrik yang bertumpuk-tumpuk, ini bisa menimbulkan panas pada sambungan tersebut.
- Gunakan Grounding System (hubungan pertanahan / ground) dengan kabel ground yang memadai. Kabel ground akan membuang muatan listrik liar (biasanya berupa arus induksi dan paku-paku listrik yang banyak dihasilkan oleh peralatan-peralatan yang menggunakan motor listrik misalnya pompa air, mesin cuci dsb) ke dalam tanah, jika tidak maka muatan-muatan listrik liar ini (kadang bisa memiliki puncak tegangan sesaat yang sangat tinggi) dapat menyebabkan panas pada kabel-kabel instalasi listrik rumah dan bangunan. Kabel ground ini juga harus besar dan untuk bangunan yang luas mungkin tidak cukup hanya pada satu titik saja, plus dengan kedalaman yang cukup juga, jangan asal tanam!
- Hindari pemakaian lampu penerangan yang menghasilkan panas berlebihan. Dulu seingat saya sempat beredar lampu neon yang tidak menggunakan coil / trafo ballast tapi menggunakan elemen sejenis yang dipakai pada setrika listrik. Memang harganya murah tapi energi listriknya banyak terbuang sebagai panas pada elemen tersebut, nah jenis lampu yang seperti itu sebenarnya berbahaya dan berpotensi menyebabkan kebakaran selain juga boros listrik. Lebih baik memilih lampu penerangan yang aman dan hemat listrik meskipun harganya pasti lebih mahal, dan biasanya awet jadi kalo dihitung-hitung ya pasti lebih untung dari pada pakai yang murah tapi kualitas nggak jelas, ‘tul?
- Pasang sambungan kabel pada jak, stop kontak atau stacker dengan rapi dan erat (tidak goyang). Sambungan yang goyang dan serabut kabel yang tidak rapi dapat menimbulkan panas dan konsleting arus listrik.

Mungkin itu aja dulu tips untuk mencegah kebakaran akibat arus listrik dalam rumah dan bangunan, ntar kalo ada lagi ditambahin, atau kalo ada temen2 yang punya tambahan tips silahkan tulis pada komentar di bawah ya, ok? Ayo sama-sama kita cegah bahaya kebakaran akibat arus listrik mulai dari lingkungan kita masing-masing..... setuju? 

Rangkaian Power Supply 10 Ampere


Nih yang butuh rangkaian Power Supply 10 Ampere silahkan lihat langsung skema rangkaiannya beserta daftar komponen elektronika yang diperlukan untuk membuat rangkaian elektronik ini. Ada juga tuh gambar lay out buat PCB-nya sekalian. Hasil regulasinya lumayan stabil dan DC out put nya rata tanpa kerut. Power Supply ini bisa digunakan untuk keperluan misalnya Power amplifier audio dan FM Transmitter (pemancar FM Stereo) dan sebagainya. Sorry buat yang udah pesen agak lama nungguin, baru sempat diposting hari ini di Blog HOOBY ELEKTRONIKA kesayangan kita ini coz lumayan sibuk sih, he-he-he... Moga aja berguna deh....

Komponen Aktif Dan Komponen Pasif

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang komponen2 elektronika ada baiknya kita tahu dulu jenis2 komponen elektronika berdasarkan butuh tidaknya arus panjar dalam bekerjanya. Dalam bidang elektronika dikenal ada dua jenis komponen jika kita kelompokkan berdasarkan kriteria di atas. Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus panjar agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh komponen aktif ini adalah Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini.
Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb.
Dalam penggunaannya kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian2 pasif yang hanya menggunakan komponen2 pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya. Tentang IC ini akan kita bahas lebih lanjut di postingan yang lain aja deh biar lebih sip;-).

LDR (Light Dependent Resistor)

LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tidak tetap. Artinya nilai tahanan/resistansi komponen ini dapat berubah-ubah. Perubahan nilai resistansinya tergantung (cape' deh:-D) dari kuat lemahnya cahaya yang dia terima, makanya dinamakan Light Dependent Resistor atau resistor yang bergantung pada cahaya.
Simbol LDR adalah seperti di bawah ini
Pada keadaan gelap tanpa cahaya sama sekali, LDR memiliki nilai resistansi yang besar (sekitar beberapa Mega ohm). Nilai resistansinya ini akan semakin kecil jika cahaya yang jatuh ke permukaannya semakin terang. Pada keadaan terang benderang (siang hari) nilai resistansinya dapat mengecil hingga beberapa ohm saja (hampir seperti konduktor).Dengan sifat LDR yang demikian maka LDR biasa digunakan sebagai sensor cahaya. Contoh penggunaannya adalah pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. Nah sensor yang digunakan adalah LDR ini, jadi bukan makhluk halus yang menyalakan/memadamkan lampu tsb.:-D

Transistor


Transistor adalah jenis komponen aktif yang terbuat dari bahan semi konduktor. Pada umumnya transistor digunakan sebagai penguat dalam rangkaian elektronika, yaitu memperkuat signal input (masukan) sehingga didapatkan signal yang lebih kuat pada output (keluaran)-nya.
Transistor memiliki 3 kaki yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Colector (C). Basis adalah pengendali (control) arus yang akan mengalir melalui Colector dan Emitor. Makin besar arus yang mengalir antara Basis dan Emitor (arus basis atau iB) maka makin besar pula arus yang mengalir antara Colector dan Emitor (arus colector atau iC), hingga pada harga tertentu arus antara Emitor dan Colector mencapai maksimal (transistor pada kondisi jenuh). Pada kondisi jenuh tersebut seolah-olah Emitor dan Colector menjadi seperti saklar yang tertutup, sehingga transistor juga bisa digunakan sebagai saklar elektronik.
Bentuk Transistor pertama
Pada penggunaan transistor sebagai penguat, besarnya faktor penguatan yang bisa dilakukan oleh sebuah transistor dinamakan hfe transistor tersebut. Harga hfe bisa berkisar antara 5 hingga 400 bergantung jenis transistornya. Transistor kecil2 biasanya memiliki hfe besar dan sebaliknya transistor yang besar dan mampu menangani arus yang kuat biasanya ber-hfe kecil. Untuk mendapatkan hfe yang lebih besar bisa menggunakan 2 buah transistor yang dikaskada dinamakan sebagai Darlington, yaitu kaki Colector disatukan lalu Emitor transistor pertama disambungkan ke Basis transistor kedua. Pada rangkaian Darlington Basisnya adalah kaki Basis transistor pertama dan Emitornya adalah kaki Emitor transistor kedua, sedangkan Colector adalah kaki Colector keduanya yang telah disatukan tadi. Hfe darlington menjadi berlipat dengan cara seperti itu. Biasanya transistor pertama adalah jenis yang ber-hfe lebih besar dari pada transistor kedua.
Secara umum ada dua macam transistor yaitu transistor jenis PNP dan NPN. Simbol kedua transistor adalah berikut ini.Transistor PNP
Transistor NPN
Untuk menentukan kaki Basis Emitor dan Colector yang paling mudah adalah dengan melihat data book transistor atau bisa juga dengan menggunakan AVO Meter. Yang terpenting adalah jangan sampai terbalik dalam pemasangannya pada rangkaian elektronik atau transistor akan rusak permanen!
Jenis transistor yang lain adalah Field Effect Transistor (FET) atau transistor efek medan dan Metal Oxide Silicon FET (MOSFET). Untuk kedua jenis transistor ini nanti akan kita bahas tersendiri pada postingan yang lain, sabar ya:-).
* Beberapa gambar diambil dari WWW.FOTOSEARCH.COM

Template by : kendhin ariyfriends.blogspot.com